<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282</id><updated>2012-02-16T13:44:00.116-08:00</updated><title type='text'>MediTasI 10 AksaRa</title><subtitle type='html'>Meditasi 10 Aksara, meditasi unik yang sangat menarik, yaitu sebuah metode yang di kenal sejak masa sang Panca Pandita dengan konsep Trimurtinya, memiliki teknik yang sangat berbeda, dengan teknik-teknik meditasi lainnya,..Keseimbangan,ketenangan rohani,rasa damai,pencerahan pikiran dalam samadi, keselarasan antara Unsur-unsur makro dan mikro kosmos menjadikan meditasi ini lebih spesial.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282.post-5094171432912368622</id><published>2009-04-23T22:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T23:50:38.861-07:00</updated><title type='text'>Luluhur Kawitan Dan Pemecahannya Dalam Trimurti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewasa ini orang kebingungan mencari leluhur dan kawitannya, ada yang mencari karena kepongor (Kesakitan) dan ada juga yang karena di dorong rasa takut, tapi  sebagian besar dari kita tidak tahu apa itu leluhur apa itu kawitan dan benarkah beliau menyebabkan kita sakit.&lt;br /&gt;Ada sebuah doa mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om I Be Se Ta A I&lt;br /&gt;Om Na Ma Si  Wa Ya  Mang  Ang Ung&lt;br /&gt;Om Murcantu,  Moksantu,  Swargantu, sunyantu,  Angsama, Sampurna,  Ya Nama Swadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang artinya: Semoga sempurnalah para roh yang berada di alam Sunya, Sorga, Moksa, Murcantu atas berkat Tuhan dengan segala manifestasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada doa ini  kita diperkenalkan  4 (empat)  alam  yang akan di tempati  dan roh ketika  meninggalkan tubuh  Pnca Maha Butha lalu berganti tubuh mwnjadi tubuh Astral (sunya), dan kemudian mengganti tubuh Mental  (Surga) lalu mengganti tubuh Budhi (Moksa), lalu mengganti tubuh Nirwana (Murcantu). Pergantian tubuh ini ditentukan oleh sifat mana yang lebih dominan yang mempengaruhi sang roh ketika hidup dalam tubuh  Panca Maha Butha dimana tubuh itu dibekali sifat Satyam, Rajas, Tamas. Jika saat itu hidupnya lebih dipengaruhi oleh sifat rajas dan tamas maka sang roh hanya mampu hidup di alam roh menggunakan tubuh dan hidup di alam astral (Neraka) yang mana sifat Rajas dan Tamasnya berlipat-lipat.&lt;br /&gt;Alam astral (neraka) ada 7 lapisan makin keatas makin menipis pengaruh sifat Rajas dan Tamasnya, dan pada laoisan 3, 2, dan 1 disebut Sunya karena masih menyatu dengan Bumi, dan di alam ini semua yang ada di bumi ada juga di sunya tapi bersifat sunyi (Ilusi) dan pada pada alam ini terjadi istilah numadi.&lt;br /&gt;Jika roh lebih dominan sifat satyam ketika menggunakan tubuh Panca Maha Butha maka iya berhak hidup di alam Mental (Surga) dengan tubuh mental.&lt;br /&gt;Jika roh tidak terikat dengan sifat Satyam, Rajas, Tamas maka ia berhak  Moksa ( hidup dialam moksa) dan lebih hebat lagi jika saat hidupnya melakukan pengabdian  seprti Tuhan untuk  kemanfaatan alam serta isinya maka sang roh berhak berada  di alam murcantu (Nirwana), ini  berarti  sang roh sudah menemukan wit (kawitan) yang utama.&lt;br /&gt;Berdasarkan klasifikasi alam-alam roh diatasa, leluhur yang selalu mengikat dan memaksa kita untuk mecari kawitan adalah mereka yang hidup di alam sunya yang masih mempunyai  sifat rajas dan tamas, dan leluhur-leluhur yang berada disana seperti di alam mental (surga), yang bisa menyelamatkan roh di alam Astral (Sunya) dan untuk menyambung keinginan roh-roh tersebut dibutuhkan doa dari keturunanya yang masih hidup dan bersifat rohani.&lt;br /&gt;Sebagai contoh Bendesa Mas (leluhur) membutuhkan keturunannya untuk membantu para leluhurnya yang masih hidup di sunya, dan dengan bantuan keturunan yang bersifat rohani para leluhur di alam mentalpun bisa merasakan kebahagiaan roh alam Budhi (moksa).&lt;br /&gt;oleh sebab itu penting bagi orang untuk mengetahui siapa leluhur dan kawitannya, Banyak dari kita malah ribut setelah menemukan kawitan melalui penyelusuran Babad.&lt;br /&gt;Trimurti memberi jalan keluar dengan cara mohon lah restu pada leluhur di Catur Kayangan, Yaitu: Lempuyang, Besakih, Dasarbuana, Sileyukti, dalam melakukan segala kegiatan dan jadikanlah mereka untuk memperoleh jawaban dari setiap pertanyaan . Kenapa begitu?, itu karena leluhur-leluhur di Catur Kayangan sudah mampu sekaligus membuktikan pada kita dengan konsep Trimurti yang beliau kembangkan beliau berhasil mencapai moksa (berada di alam moksa/ budhi), sehingga rasanya amat pantas jika beliau kita anggap sebagai guru.&lt;br /&gt;Akan lebih baik jika kita menerapkan meditasi 10 aksara, ingin merasakan sentuhan sifat-sifat rohaninya, dalam meditasi 10 aksara kita bisa mudah memahami kapan sifat satyam, rajas, tamas menguasai kita, sehingga perdebatan-perdebatan yang mengkondisikan kita pada emosi, nafsu, serakah, kebodohan, dan rasa bangga tidak menimbulkan perpecahan antara keluarga. Sampai saat ini penulis masih membuktikan dengan cara ini nilai yang hakiki dalam mencari kawitan masih bisa dirasakan walaupun ketidak setujuan antara keluarga masih terjadi, tapi itu suatu hal yang biasa dalam Trimurti, bahkan kita memang mambutuhkan perbedaan pandangan dalam memahami Trimurtidan perbedaan-perbedaan tersebut ternyata bisa lebur pada saat meditasi 10 aksara dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/201104736307365282-5094171432912368622?l=meditasiakssara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/5094171432912368622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/luluhur-kawitan-dan-pemecahannya-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/5094171432912368622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/5094171432912368622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/luluhur-kawitan-dan-pemecahannya-dalam.html' title='Luluhur Kawitan Dan Pemecahannya Dalam Trimurti'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282.post-5843991060411851423</id><published>2009-04-23T20:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T21:26:23.959-07:00</updated><title type='text'>Yadnya Dalam Trimurti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trimurti mengajarkan kita untuk memahami hidup menuju kealam yang terbebas dari tiga sifat Satyam, Rajas ,Tamas, oleh sebab itu Trimurti selalu mengingatkan kita senantiasa  menganalisa hidup kedalam diri kita masing-masing agar muncul kesadaran Roh ketika menerapkanmya kelingkungan sekitar kita (Alam Agung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara terbaik dalam memperoleh kesadaran roh pada saat kita mengaplikasikan kesadaran roh tersebut pada alam adalah menggabungkan meditasi 10 aksara dengan yandnya, neditasi 10 aksara baik dilakukan dalam perenungan menuju pencerahan (kesadran roh), sedangkan yadnya merupakan pembuktian bagi kita untuk tidak terikat pada segala materi yang melekat pada sifat tubuh (Satyam, Rajas, Tamas). Karena itu yadnya dan meditasi 10 aksara sebaiknya seiring dan sejalan.&lt;br /&gt;Berdasarkan konsep ini yadnya adalah suatu bentuk pengorbanan sebagai bukti bahwa kita tidak ingin terikat pada sifat alam (Satyam, Rajas, Tamas) yang cenderung mengarahkan kita pada kenikmatan duniawi yang tidak kekal (Bersifat Ilusi), maka harus dipahami bahwa yadnya yang paling utama adalah yadnya yang dilakukan oleh mereka yang berani mengorbankan dirinya sendiri untuk Tuhan, bukan melalui simbul-simbul atau benda yang berklasifikasi utama. Jadi sesungguhnya siapapun bisa membuat yadnya yang madia dan nista menjadi utama atau dengan kata lain setiap yadnya yang dilakukan akan menjadadi utama, asalkan didasari oleh pengoborbanan dirinya dulu untuk Tuhan, bagai mana caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hilangkan rasa bangga atas apa yang kita miliki, karena sesungguhnya tak satupun yang kita miliki.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hilangkan emosi, nafsu dan keserakahan dalam setiap prilaku yang terbaik jadikan diri  dan apa yang kita miliki lebih bermanfaat untuk orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hilangkan (minimalisir kebodohan dengan senantiasa melakukan kegiatan ambil menyebutkan nama Tuhan atau Sangkirtanan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dijaman kali yuga melakukan segala kegiatan dengan sangkirtanan adalah yadnya yang paling utama.&lt;br /&gt;Dengan demikian jika ingin melakukan yadnya hendaknya jangan menentukan proposal yadnya terlebih dahulu apalagi ditentukan karena hanya mengejar tingkat yang utama berdasarkan kuantitas simbol, akan lebih baik jika kita mengumpulkan bahan-bahan yadnya (upacara)tanpa membuat ketentuan yang menjadi keharusan bagi tiap-tiap warga (ini berlaku juga untuk dana/ uang), dan setelah semuanya terkumpul baru bentuk upacara yadnya ditentukan, jika hanya yang nista yang bisa kita lakukan berdasarkan bahan dan dana yang ada itupun pasti akan menjadi utama karena didasari pengorbanan diri keterikatan sifat Satyam, Rajas, Tamas. Dan jika ada orang kaya yang memberikan dananya tidak sesuai dengan kekayaan yang dimilikinya kitapun tidak perlu menganggapnya kikir, karena sesungguhnya itulah kemampuan yang bisa ia lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/201104736307365282-5843991060411851423?l=meditasiakssara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/5843991060411851423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/yadnya-dalam-trimurti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/5843991060411851423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/5843991060411851423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/yadnya-dalam-trimurti.html' title='Yadnya Dalam Trimurti'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282.post-2667920535765691194</id><published>2009-04-14T18:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T20:23:43.207-07:00</updated><title type='text'>HUKUM KARMA MENURUT TRIMURTI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4kmW3l0DCZY/SelHsoh-5TI/AAAAAAAAADU/s9N5eJE5i9o/s1600-h/trimurti.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 108px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4kmW3l0DCZY/SelHsoh-5TI/AAAAAAAAADU/s9N5eJE5i9o/s200/trimurti.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325866866462090546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Brahma mencipta,Wisnu memelihara, kemudian dilebur kembali oleh Siwa, proses tercipta, dipelihara, dan dilebur sebenarnya bagian dari gambarannya nyata yang ingin dipertahankan Tuhan kepada manusia yang mengutamakan kecerdasan rohnya dalam mengisi hidupnya selama di dunia yang tidak kekal ini.&lt;br /&gt;Mereka-mereka yang verdas akan selalu mencari tahu, kenapa sesuatu diciptakan, lali hidup bertahun-tahun karena ada yang memelihara, kemudian sakit melemah akhirnya mati, demikian seterusnya terjadi berulang-ulang. Kalimat ini bermakna Tuhan menciptakan sesuatu karena ada sebabnya dan sebab ini terus terpelihara sampai manfaatnya dirasakan oleh ciptaannya yang lain, namun akan musnah jika sudah tidak memberikan manfaat apapun dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Sampai disini muncul pertanyaan dalam diri, mengapa masa tercipta, terpelihara, terlebur (termusnahkan) untuk setiap ciptaan berbeda-beda?, jika kita menyimak setiap jawaban yang diberikan, maka kita bisa membandingkan seberapa jauh tingkat kecerdasan roh yang sudah mereka capai.&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab hanya dengan menggunakan logika yang sangat terbatas ini, apa lagi jika logika tersebut  terbentuk hanya menggunakan Dasa Indria semata yang cenderung dikaburkan oleh sifat ramas (kebodohan).&lt;br /&gt;Sedangkan Indria roh yang cerdas yang muncul dari sifat roh yang senantiasa berdiskusi dengan roh yang utama (Tuhan), lewat perenungan-perenungan hingga mencapai pencerahan dapat dengan mudah menjawab sekaligus memahaminya.&lt;br /&gt;Tidak ada maksud tanpa sebab ketika Tuhan mencipta dan ketika yang tercipta itu terlebur pasti sudah melalui akomulasi (pengumpulan) sebab-sebab yang dilakukan Sang tercipta sehingga sesungguhnya pemusnahan (peleburan) itu hanyalah sebuah akibat dari kumpulan sebab-sebab tadi. Sementara itu lama dan sebentarnya waktu yang dilampaui untuk sampai pada sebuah akibat ditentukan oleh tubuh apa dan tubuh mana yang dipilih sang roh untuk melakukan sebab-sebab itu. Proses sebab dan akibat tadi oleh umat Hindu dikenal dengan istilah "Hukum Karma Phala", dan karena akibat yang terjadi merupakan kumpulan dari sebab-sebab, maka proses akibat yang akan terjadi tidak terjadi pada saat itu juga, seperti istilah orang bali mengataka "Karma pala ten lalah pere jani".&lt;br /&gt;Ada yang menarik ketika kita menyimak ulasan di atas dimana sesungguhnya sang roh lah yang memilih tubuh yang ditempatinya, yang akhirnya menentukan berapa lama proses sebab akibat (Hukum Karma Phala) itu akan berlangsung hidupnya. Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;Sesungguhnya sang roh dalam menempati tubuhnya saar ini sudah dimulai ketika ia melakukan sebab-sebab, yang menuai akibat pada saat kehidupannya terdahulu (reinkarnasi), dikatakan sang roh memilih, karena sesungguhnya ketika ia lahir (hidup menggunakan sebuah tubuh) saat ini atau dahulu, sudah diperkenalkan Tuhan pada mereka  melalui ciri:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Jika hidup saat ini selalu bertemu dengan orang baik sesungguhnya kesempatan kita untuk menjadi orang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika kita bertemu dengan orang jahat, cepatlah introspeksi diri lalu pergi mencari orang rohani.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ke dua ciri di atas akan menggerakan kita untuk belajar menganalisa sekali gus memahami sebab apa yang kita buat. Dan jika kita sudah memilih perilaku sebab, maka akibatnya tubuh yang kita tempati nantinya akan semakin merosot begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;Atas alasan ini sesungguhnya kita tidak bisa menyalahkan Tuhan dan ciptaan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/201104736307365282-2667920535765691194?l=meditasiakssara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/2667920535765691194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/hukum-karma-menurut-trimurti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/2667920535765691194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/2667920535765691194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/hukum-karma-menurut-trimurti.html' title='HUKUM KARMA MENURUT TRIMURTI'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4kmW3l0DCZY/SelHsoh-5TI/AAAAAAAAADU/s9N5eJE5i9o/s72-c/trimurti.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282.post-5227193212844528837</id><published>2009-04-11T00:08:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T01:00:59.675-07:00</updated><title type='text'>PROSES MASUKNYA AKSARA KEDALAM TUBUH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Masukan satu persatu warna dan aksara sampai berada masing-masing pada organ yang disebutkan diatas pada dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;setelah seluruh warna dan aksara ada dalam tubuh itu, berarti Alam sudah sama dengan tubuh (Buana Agug = Buana Alit). Selanjutnya yang paling penting menjadikan tubuh menjadi satu mempunyai kekuatan yang sama dengan Alam, caranya:&lt;br /&gt;Ibarat elektronik kita harus menghubungkan organ yang satu dengan yang lainnya misalnya, Organ Paru-paru yang berisi aksara &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Nang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;denga warna merah muda dihubungkan dengan organ jantung yang berisi aksara &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; dengan warna putih, dan aksara di jantung kita ubah bertambah kekuatannya diikuti dengan perubahan aksaranya menjadi &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; tetap berwarna putih karena lebih dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu organ usus dengan aksara &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Mang&lt;/span&gt; berwarna jingga dihubungkan dengan organ dasar hati berisi aksara &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bang&lt;/span&gt; berwarna merah, gabungan kekuatan tersebut merubah aksara didasar hati menjadi Ang. Begitu seterusnya,..hingga&lt;br /&gt;dalam tubuh kita terdapat lima aksara baru yaitu: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Mang di Jantung, Ang di Dasar Hati,  Ong  di Ginjal, Ung di Empedu, dan Yang di Ujung Hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lalu 5  (lima) aksara itu juga dihubungkan hingga menjadi 4 (Empat) aksara yang menggambarkan swastika empat arah mata angin, aksara tersebut adalah: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ang, Ung, Mang, Ong&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu fungsi Ong di Ginjal pun akan dipusatkan pada Jantung, hingga aksara dalam tubuh menjadi 3 (tiga), yaitu: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ang, Ung, Mang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah Mang di jantung  dihubungkan dengan Ang di Empedu maka aksara di empedu berubah menjadi Ah, hingga aksara di tubuh menjadi dua akasara yaitu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ang, Ah&lt;/span&gt;, yang merupakan simbul dari Rua Bineda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ang dan Ah di hubungkan, maka kekuatan Tuhan di tubuh menjadi nyata ditandai dengan munculnya aksara Ongkara Ngadeg di ujung hati.&lt;br /&gt;Arahkan Tuhan dengan simbul Ongkara ngadeg di ujung hati dengan aksara Ongkara Nyungsang di kening merupakan simbul pikiran, proses ini sama seperti Sri Kresna menasehati Arjuna dalam kitab Maha Brata, Sri Kresna adalah Tuhan Arjuna adalah Pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena meditasi ini penting dan amat bermanfaat dalam memahami hidup dan ajaran rohani, maka untuk detailnya memang sangat dibutuhkan bimbingan,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/201104736307365282-5227193212844528837?l=meditasiakssara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/5227193212844528837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/proses-masuknya-aksara-kedalam-tubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/5227193212844528837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/5227193212844528837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/proses-masuknya-aksara-kedalam-tubuh.html' title='PROSES MASUKNYA AKSARA KEDALAM TUBUH'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282.post-4528342246699232940</id><published>2009-04-09T20:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T20:53:28.741-07:00</updated><title type='text'>meditasi 10 aksara</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.daftarbabad.blogspot.com"&gt;meditasi 10 aksara&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/201104736307365282-4528342246699232940?l=meditasiakssara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://meditasiaksara.blogspot.com/2009/04/meditasi-10-aksara.html#links' title='meditasi 10 aksara'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/4528342246699232940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/meditasi-10-aksara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/4528342246699232940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/4528342246699232940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/meditasi-10-aksara.html' title='meditasi 10 aksara'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282.post-1306064584635487434</id><published>2009-04-09T19:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T20:28:13.087-07:00</updated><title type='text'>PEMBAHASAN MEDITASI 10 AKSARA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepuluh aksara ini berasal dari 20 aksara yang dimurtikan, artinya disatukan kekuatannya hingga mempunyai sebab akibat yang sama antara yang ada di Alam dengan yang ada di tubuh kita (Buana agung kelawan buana alit),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata letak aksara di Buana Agung dan di Buana Alit:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;A&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Na&lt;/span&gt; dia mamurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sang&lt;/span&gt;, di alam semesta merupakan kekuatan Tuhan yang berada di sebelah &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Timur&lt;/span&gt;, simbul warna yang kita gunakan adalah       &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;putih&lt;/span&gt; berkilauan, yang nantinya di dalam tubuh menempati posisi di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Jantung&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ca&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ra&lt;/span&gt; memurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Nang&lt;/span&gt; , di alam kekuatan Tuhan ini berada di sebelah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Tenggara&lt;/span&gt;, dengan warna &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;merah muda&lt;/span&gt;, dalam tubuh berada di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Paru-paru&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ka&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Da&lt;/span&gt; memurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bang&lt;/span&gt;, di alam kekuatan Tuhan ini berada di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Selatan&lt;/span&gt;, berwarna &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Merah&lt;/span&gt; dan di dalam tubuh bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;dasar Hati&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ta&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sa&lt;/span&gt; memurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Mang&lt;/span&gt;, di alam kekuatan Tuhan ini berada di&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Barat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Daya&lt;/span&gt;, berwarna &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Jingga&lt;/span&gt; dan di dalam tubuh bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Usus&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Wa&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;La&lt;/span&gt; memurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tang&lt;/span&gt;, di alam kekuatan Tuhan ini berada di&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Barat&lt;/span&gt;,berwarna &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Kuning&lt;/span&gt; di dalam tubuh bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ginjal&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ma &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ga&lt;/span&gt; memurti menjadi&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;sing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, di alam semesta kekuatan Tuhan ini berada di&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Barat  Laut&lt;/span&gt;, berwarna &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hijau&lt;/span&gt; didalam tubuh bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Limpa&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ba&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Tha&lt;/span&gt; memurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ang&lt;/span&gt;, di dalam alam Kekuatan Tuhan ini berada di&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Utara&lt;/span&gt;, berwarna  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hitam&lt;/span&gt; di dalam tubuh bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Empedu&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Nga&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Pa&lt;/span&gt; memurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Wang&lt;/span&gt;, di alam kekuatan Tuhan ini bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Timur &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Laut&lt;/span&gt;, berwarna &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Biru&lt;/span&gt; di dalam tubuh bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sekat Rongga Dada&lt;/span&gt; (diafragma).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Dha&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ja&lt;/span&gt; memurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ing&lt;/span&gt; kemudian &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ya&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Nya&lt;/span&gt; memurti menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Yang&lt;/span&gt;,keduannya adalah kekuatan Tuhan di alam bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;pusat alam (Bumi)&lt;/span&gt; denganwarna yang&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;beragam (warna-warni)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dan didalam tubuh bertempat di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hati bagian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;atas atau Puncak Hati&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Media yang kita gunakan dalam meditasi 10 aksara ini adalah aksara-aksara yang telah memurti seperti tersebut diatas, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sang, Bang, Tang, Ang, Ing.&lt;br /&gt;Nang, Mang, Sing, Wang, Yang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; dan warna-warna yang mewakili masing-masing aksara di bayangkan sebagai pembungkus aksara-aksara itu dan menjadi ciri dari sifat-sifat Tuhan. Sesunggunya warna dan aksara tersebut sudah dipasupati hingga memiliki energi yang sangat dahsyat, hingga jika dilatih tanpa bimbingan langsung dihawatirkan akan berakibat buruk pada organ-organ tubuh kita, tapi sebaliknya jika dilatih dengan benar oleh pembimbing yang benar niscaya akan sangat bermanfaat untuk tubuh, menjadikan organ tubuh berfungsi dengan baik bahkan bisa dijadikan sebagai terapi pada salah satu organ yang mengalami masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sembilan lubang yang digunakan untuk menyerap energi dari alam yang sudah di pasupati menjadi warna dan aksara, lubang-lubang tersebut adalah:&lt;br /&gt;Lubang Mulut, Lubang Telinga, Lubang Hidung Kiri dan Lubang Hidung Kanan, Mata, Ubun-ubun, Pusar, Alat Kemaluan dan Lubang Anus. Dari lubang-lubang inilah dengan kekuatan pikiran kita masukan satu persatu warna dan aksara sampai berada pada masing-masing organ tubuh yang disebutkan diatas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/201104736307365282-1306064584635487434?l=meditasiakssara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/1306064584635487434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/pembahasan-meditasi-10-aksara.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/1306064584635487434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/1306064584635487434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/pembahasan-meditasi-10-aksara.html' title='PEMBAHASAN MEDITASI 10 AKSARA'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282.post-6342188931308327920</id><published>2009-04-03T20:19:00.001-07:00</published><updated>2009-04-18T00:38:04.397-07:00</updated><title type='text'>moksa dalam konsep Trimurti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4kmW3l0DCZY/SemDRpk67aI/AAAAAAAAADk/pegAyjRn8To/s1600-h/reincarnation.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4kmW3l0DCZY/SemDRpk67aI/AAAAAAAAADk/pegAyjRn8To/s320/reincarnation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325932373584047522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trimurti menjelaskan roh yang masuk ke dalam sebuah tubuh akan menjadi bodoh karena terikat oleh sifat tubuh yang dekenal dengan istilah Satyam, Rajas, Tamas, namun jarang ada yang memahami kapan sifat Satyam, Rajas, Tamas menguasai kita.&lt;br /&gt;Ada cara termudah untuk mengetahui kapan sifat-sifat tersebut menguasai kita, yakni dengan mengetahui ciri-cirinya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ciri sifat Satyam adalah, kita dipengaruhi oleh rasa bangga, walaupun yang kita lakukan sesungguhnya baik atau benar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ciri sifat Rajas, ketika kita mengalami emosi, nafsu, serakah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ciri sifat Tamas, ketika kita dikuasai sifat iri, dengki, malas, dan kebodohan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat tersebut diatas, diciptakan Tuhan melekat seiring dan sekaligus memperkuat proses sebab akibat dalam setiap unsur penciptaan alam  termasuk tubuh setiap mahluk, apakah itu manusia, hewan, tumbuhan, setan, iblis, jin, malaikat (Dewa), dan penyerapan sifat pada setiap ciptaannya ditujukan untuk membedakan mahluk yang diciptakannya, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Para Dewa sifat yang dominan adalah Satyam, dan alam kehidupannya disebut alam Mental (Surga). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Para Setan (Butha), Iblis (Kala), Jin (Dengen)sifat dominannya adalah Rajas, alam kehidupannya berada di alam Astral (Neraka) termasuk di Bumi ini.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Para Manusia, Hewan dan Tumbuhan dominan diikat oleh sifat Satyam, Rajas, Tamas,alam kehidupannya sudah pasti di Bumi karena Bumi juga dipengaruhi oleh alam Mental.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya kita mengenal tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan, terdiri dari 5 unsur (Panca Maha Butha). Proses pembentukan tubuh-tubuh inilah yang digerakan oleh sifat Satyam, Rajas, Tamas yang akhirnya kita kenal dengan sifat alam. Dan sifat-sifat tersebut menjadi penyebab kebodohan dan keterikatan terhadap alam tempat hidupnya.&lt;br /&gt;Namun demikian ke tiga sifat tersebut sangat dibutuhkan pula sebagai penggerak hukum alam, yang sudah kita kenal sebagai hukum sebab akibat.&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan Hewan dan Tumbuhan hanya manusia lah yang bisa menggunakan sifat Satyam dengan baik, sekali gus menjadikan sifat Rajas dan Tamas sebagai bahan analisa atau perenungan untuk mencapai pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Trimurti juga menegaskan bahwa ketiga Dewa yang mulia yaitu Brahma,Wisnu dan Siwa adalah penguasa sifat-sifat alam tadi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dewa Brahma penguasa sifat Rajas,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dewa Wisnu penguasa sifat Satyam,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dewa Siwa penguasa sifat Tamas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk memahami sifat-sifat tersebut, sampai kita bisa menguasai sekali gus membebaskan diri dari ikatannya sembahlah ketiga dewa mulia tersebut.&lt;br /&gt;Karena hanya Manusia yang mampu menganalisa dengan baik, maka hanya manusia sajalah yang bisa mencapai Moksa, yaitu kondisi dimana sang roh setelah keluar dari tubuh tidak lagi terikat dengan memori kehidupan di dunia yang dipengaruhi oleh sifat Satyam, Rajas, Tamas, bahkan para Dewa bila ingin moksa mereka harus memohon kepada Tuhan untuk dijelmakan menjadi manusia.&lt;br /&gt;Jadi manfaat hidup kita menjadi manusiasaat ini hendaknya digunakan sebaik-baiknya, artinya Trimurti mengajarkan, bahwa Tuhan menciptaka alam ini prosesnya selalu sama, mulai dengan mencipta sistim sebuab akibat disebut Karma Phala, kemudian motor pemicu terjadinya sebab akibat itu adalah ketiga sifat Satyam, Rajas, Tamas, sampai tercipta unsur-unsur pembentuk material itu (Panca Maha Butha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini leluhur merumuskan kembali, moksa adalah pembebasan diri dari sifat Satyam, Rajas, Tamas, dengan rumusan A, Na, Ca, Ra, Ka,...... dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/201104736307365282-6342188931308327920?l=meditasiakssara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/6342188931308327920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/moksa-dalam-tri-murti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/6342188931308327920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/6342188931308327920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/moksa-dalam-tri-murti.html' title='moksa dalam konsep Trimurti'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4kmW3l0DCZY/SemDRpk67aI/AAAAAAAAADk/pegAyjRn8To/s72-c/reincarnation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-201104736307365282.post-1894575825121981378</id><published>2009-04-03T20:05:00.001-07:00</published><updated>2009-05-01T22:58:29.637-07:00</updated><title type='text'>Tri murti dan meditasi 10 aksara saling melengkapi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belakangan banyak orang mengira bahwa ajaran Hindu di Bali sudah jauh dari Weda, tapi ternyata Tri murti membuktikan bahwa itu tidak benar.&lt;br /&gt;Tri murti sendiri muncul sebagai wadah untuk menyatukan 6 aliran keyakinan besar yang ada saat itu (+/- 1001 ), yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Aliran Brahma.&lt;br /&gt; - Aliran Wisnu.&lt;br /&gt; - Aliran Siwa.&lt;br /&gt; - Aliran Ganesha.&lt;br /&gt; - Aliran Budha.&lt;br /&gt; - Aliran Durgha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyebutkan dirinya sebagai kelompok Bairawa. Penyatuan 6 aliran besar menyebabkan nafas rohanirohani di Bali menjadi beragam, namun yang unik Tri murti mampu memberikan suatu konsep yang tidak terbantahkan yang juga memberikan penegas bahwa walaupun ujud Tuhan yang diyakini berbeda-beda namun ke 6 keyakinan tersebut mempunyai tujuan yang satu, yakni " Moksartam jagadita ca iti Dharma ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian konsep itu adalah: " Jika kita melihat objek itu dengan 10 indria yang melekat pada tubuh, yang bersifat materi ( tidak kekal ), maka sesungguhnya kita hanya menyimpulkan segala sesuatu yang bersifat ilusi.&lt;br /&gt;Karena Tuhan bersifat rohani (kekal), maka untuk mengenal lalu memahaminya kita harus menggunakan indria rohani, indria rohani baru kita akan peroleh dengan cara merubah sifat tubuh yang tidak kekal, menjadi sifat roh yang kekal.&lt;br /&gt;Artinya, seseorang yang sudah mencapai sifat roh, dia akan melihat setiap perwujudan Tuhan adalah kekal, dengan kata lain, Brahma adalah Wisnu, Wisnu adalah Siwa, juga Dhurga, juga Budha, Juga Ganesha, bahkan setiap benda atau pun mahluk hidup yang dilihatnya dipastikan ada Tuhan didalam nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tri murti mengajarkan tidak harus menyamakan keyakinan untuk mencapai moksah (pembebasan), karena kita memang harus menyadari bahwa sang roh saat ini, hidup di dalam tubuh yang berbeda dari karma yang berbeda, interaksi terhadap alam pun berbeda sehingga analisa yang akhirnya membentuk keyakinanpun berbeda.&lt;br /&gt;Namun jika mereka berhasil mencapai pencerahan, dan selama hidup di dunia lebih memilih sifat rohnya dan bukan sifat tubuhnya, maka mereka akan menyikapi segala perbedaan sebagai objek untuk menambah kecerdasan rohnya dan tidak lagi terpengaruh dengan perbedaan tersebut, dan tanpa disadari saat itu ia sudah mulai terbebas dari ikatan sifat alam yang begitu kuat yaitu sifat satyam, rajas, tamas, kondisi inilah yang disebut moksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat bagaimana meditasi 10 aksara bisa saling melengkapi ajaran Tri murti, bisa disimpulkan bahwa Trimurti mengajarkan dengan penegasan bahwa moksa bisa dicapai jika kita mampu memahami sifat alam (Satyam, Rajas, Tamas), kapan sifat alam tersebut menguasai kita sampai akhirnya dengan mudah kita kuasai lalu kita lepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Meditasi 10 aksara ini kita disadarkan bahwa, sifat alam yang mengikat sang roh paling kuat justru yang berada pada tubuh kita yang disebut dengan Panc Maha Butha (5 unsur materi yang membuat sang roh menjadai amat sangat bodoh), panca maha butha ini dibentuk oleh sifat alam tadi (Satyam, Rajas, Tamas).&lt;br /&gt;Meditasi ini adalah proses menganalisa, merasakan, sampai melepas ketiga sifat alam, yang membuat roh menjadi bodoh. Kebodohan itu bisa dibuktikan mana kala manusia memilih hidupnya untuk menikmati materi, karena mereka menganggap materi yang sesungguhnya ilusi adalah nyata,jika meditasi 10 aksara rajin kita lakukan untuk mencapi tahap sesuai ketentuan, niscaya kita bisa membedakan mana yang ilusi mana yang nyata. Sedangkan materi yang selama ini kita kejar justru akan menjadi kebahagian sang roh karena lebih banyak di alokasikan sebagai manfaat bagi orang banyak.&lt;br /&gt;Percayalah jika sifat roh sudah mampumengalahkan sifat Satyam, Rajas, Tamas, maka materi tidak akan pernah putus-putusnya, karena sesungguhnya roh itu amat kaya. Kesimpulannya meditasi 10 aksara mempermudah konsep Trimurti, sekaligus mempercepat mencapai pencerahan hingga pemahaman tentang moksa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/201104736307365282-1894575825121981378?l=meditasiakssara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/feeds/1894575825121981378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/tri-murti-dan-meditasi-10-aksara-saling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/1894575825121981378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/201104736307365282/posts/default/1894575825121981378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meditasiakssara.blogspot.com/2009/04/tri-murti-dan-meditasi-10-aksara-saling.html' title='Tri murti dan meditasi 10 aksara saling melengkapi'/><author><name>Dwijaprana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
